Bedanya Idul Adha di Indonesia dan Turki

Assalamu’alaykum semuanya.

Selamat Hari Raya Idul Adha (Bayramınız mübarek olsun). Kali ini aku akan membahas perbedaan Hari Raya Kurban di Indonesia dan Turki. Langsung simak di bawah ini ya

1. Yang sholat Ied cuman cowok?

Sebenarnya enggak cuman Idul Adha tapi Idul Fitri juga hanya laki-laki yang pergi ke masjid. Kenapa wanitanya enggak pada sholat Ied? Alasan yang utama karena perbedaan mahzab. Mahzab yang dianut oleh kebanyakan orang Turki adalah Hanafi meski ada juga yang menganut Mahzab Syafii yaitu orang Kurdi. Selain itu menurutku karena enggak biasa dan memang ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa sebaik-baik tempat sholat untuk perempuan adalah di kamarnya jadi para perempuan enggak pada sholat Ied meskipun ada jumlahnya sedikit dan biasanya yang sholat Ied adalah para pendatang. Aku pernah diceritain sama temen yang pernah sholat Ied di Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque) kalau perempuan yang sholat disana rata-rata pendatang.

2. Apakah di Turki wajib berkurban?

Ya, wajib bagi yang mampu (hukumnya sama). Mampu memiliki banyak definisi (langsung googling aja ya karena aku nggak mau membahas itu disini). Yang aku rasakan lebaran Kurban di Turki lebih ramai dibandingkan lebaran puasa karena mereka mendapatkan libur yang lebih panjang dan biasanya pada pulang kampung untuk menyembelih hewan kurban dengan keluarganya. Selain itu, partisipasi masyarakat Turki untuk berkurban lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Bahkan satu bulan sebelum Idul Adha ada pasar hewan Kurban dadakan yang sangat luas dan ribuan hewan ada disana karena aku juga berkunjung kesana buat ambil video. Selama disini aku belum pernah mendengar orang pada ribut karena enggak kebagian daging kurban.

3. Motong hewannya sendiri-sendiri?

Di Indonesia biasanya pemotongan hewan Kurban dilakukan secara bersama-sama atau oleh panitia. Kalau di kampungku di Wonosobo dilakukan secara bersama-sama (Bapak-bapak) mulai dari penyembelihan, pemotongan dan pembagian. Di kampungku, daging kurban dibagi rata ke semua warganya. Kampungku terdiri dari 50 KK misalnya pada saat itu hewan Kurbannya hanya ada 4 ekor, hasilnya bener-bener dibagi rata ke semuanya. Namun ada sedikit perbedaan, orang yang kurban biasanya akan mendapatkan lebih misalnya kaki hewan kurbannya. Kalau di Turki enggak gitu gaes. Biasanya mereka potong sendiri-sendiri lalu dikasih fakir miskin (1/3), kerabat atau saudaranya (1/3) dan sisanya dimakan sendiri (1/3). Kalau di kota besar biasanya mereka memotongnya di tempat penjagalan. Apakah ada yang memotong sendiri? Ada, tergantung situasi dan kondisinya. Kalau tinggalnya di apartemen kayaknya enggak mungkin nyembelih dan motong sendiri. Kalau tinggal di rumah sendiri (bener-bener cuman satu bangunan) masih bisa motong sendiri  misalnya di garasi. Sejak beberapa tahun yang lalu keluarga suami selalu memotong hewan kurbannya di tempat penjagalan karena enggak repot dan terima beres meski harus ngeluarin duit 500 Lira tapi kata suami ketika dia masih kecil ayahnya yang memotong sendiri di garasi mobil. Tahun ini misalnya, keluarga suami kurban satu ekor sapi (7 orang) dan 7 orang tersebut masih kerabat misalnya omnya, bibinya, pamannya, kakaknya dan adiknya. Jadi hasil dagingnya banyak banget bahkan bisa sampe berbulan-bulan enggak habis. Kata Anne (mertuaku) tahun lalu dapet 25 kilo daging, belum lagi tulang dan lainnya. Kepala, jeroan dan kaki hewan kurbannya di buang (sayang banget ya) jadi mereka cuman makan daging aja. Tahun ini aku minta Bapak mertuaku untuk bawa pulang kepalanya karena aku suka banget sama lidah sapi. Pas aku ceritain kalo aku suka lidah sapi mereka geli gitu. Sebenernya aku juga mau jeroannya yang kaya handuk itu cuman katanya langsung dibuang jadi ya udah nggak papa yang penting bisa makan lidahnya.

Oh ya tahun ini aku ikut ke tempat penjagalan hewan karena penasaran. Aku melihat prosesnya mulai dari penyembelihan, pengulitan dan pemotongan. Semua prosesnya dibantu oleh mesin jadi lebih cepat.

4. Aku merindukanmu suara Takbir

Sebenernya satu hal yang paling membuat hatiku bergetar ketika menyambut hari Raya adalah suara takbir tapi disini aku tidak bisa mendengarnya. Entahlah sejak kapan enggak ada suara takbir (mesti nanya suami dulu). Mungkin pas zaman kekhalifan Turki Usmani dulu ada. Jadi pas malam harinya bener-bener enggak ada yang mengumandangkan takbir. Tapi tadi pas ke tempat penjagalan hewan disana diputerin kaset takbir jadi alhamdulillah masih bisa mendengar meski sebentar.

5. Makanan tradisional

Aku kangen banget sama opor, soto, dendeng, rendang dsb termasuk kue-kue lebaran yang lain. Makanan tradisi untuk lebaran di Turki yang paling terkenal adalah Baklava, sarma (nasi yang dibungkus daun anggur). Mertuaku setiap lebaran pasti bikin Baklava. Baklava adalah makanan manis yang terbuat dari tepung terigu dan kacang-kacangan. Supaya lebih jelas bisa lihat videonya di bawah ini linknya. Namun banyak juga yang males bikin jadi beli jadi di toko. Selain itu olahan daging yang paling terkenal adalah kavurma. Hampir di setiap rumah pada saat lebaran Kurban kalian bisa menemukannya, sama halnya rendnag untuk orang Indonesia. Kavurma adalah daging yang dimasak dipanci tanpa air dan minyak tapi dikasih margarin. Kalau resep ala mertuaku pertama masukkan lemak daging dan tumis selama 5-10 menit setelah itu masukkan daging yang sudah dicincang kecil-kecil lalu aduk dan tutup. Masak sampai matang. Setelah air dagingnya hampir habis masukkan margarin. Rasanya akan lebih enak jika menggunakan panci presto.

6. Salam tempel

Di Turki salam tempel enggak cuman di Hari Raya Idul Fitri tapi juga Idul Adha tapi ada syaratnya yaitu anak kecil tersebut harus mencium tangan orang yang akan memberi ”angpau” kalau nggak mencium tangannya nggak akan dikasih uang.

Advertisements
Posted in Budaya Turki, turki | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Duka Menikah dengan Orang Turki (Edukasi Pra Pernikahan)

blog 2

Assalamu’alaykum semuanya!

Semoga selalu sehat dan bahagia. Aamiin. Maaf bulan ini agak telat nulisnya soalnya awal bulan ini suamiku pergi wajib militer jadi semua kerjaan Youtube aku yang ngerjain mulai dari ambil video, edit, kasih subtittle, buat video cover, uploading dsb ditambah ngajar online.

Kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman beberapa gelin (pengantin) yang menikah dengan orang Turki  dan tinggal di Turki (termasuk pengalaman pribadiku) tentang dukanya menikah dengan orang Turki supaya menjadi pembelajaran untuk kita. Aku sengaja menulis karena banyak sekali japrian tentang hal ini. Kalian yang mau menikah atau punya hubungan dengan cowok Turki sebaiknya membaca blog ini sebagai bahan pertimbangan. Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti tapi aku mau share aja pengalaman beberapa gelin yang tidak mengenakan karena banyak yang curhat sama diriku tentang hal ini. Kadang aku gemes aja sama adek-adek yang masih remaja atau masih kuliah demi mau nikah sama orang Turki rela meninggalkan semuanya. Enggak salah kok cuman sebelum memutuskan untuk menikah dengan pria berkewarganegaraan asing wajib mempertimbangkan matang-matang karena waktu tidak akan berputar kembali. Pernikahan bukanlah sebuah perlombaan dan menikah dengan bule atau orang asing bukanlah satu hal yang perlu dibanggakan. Percayalah bahwa tampang ganteng tidak akan menjamin kebahagiaanmu. Enggak munafik semua orang pasti menginginkan jodoh paket komplit tapi jika menikah hanya karena dia bule atau hanya karena ganteng aku bener-bener gagal paham. Jadi sebelum menikah dengan pria Turki wajib kenali dia dan keluarganya sehingga hal-hal di bawah ini tidak akan terjadi atau setidaknya kamu nggak kaget setelah menikah ”e ternyata kehidupan mix marriage (Turki-Indonesia) tidak seindah sinetron Turki”

1. Siapkah kalian tinggal bersama mertua?

Selama setahun ini permasalahan utama gelin yang curhat ke aku adalah yang tinggal dengan mertua. Banyak yang mengalami tekanan batin karena tinggal dengan mereka. Penyebabnya selain karena culture shock, pertama jika mertuanya pemikirannya tidak terbuka, susah menerima budaya baru yang dibawa gelin. Jadi pertengkaran antara mertua dan menantu bagi orang Turki sendiri sudah biasa misalnya ada yang nanya ”ada apa?” ”itu si kaynana (ibu mertua) ama gelin (menantunya) lagi berantem jawabnya paling ”oh”. Yang budayanya sama aja masih begitu gaes apalagi apalagi yabanci gelin (menantu asing) yang semuanya beda. Karakter orang Turki rata-rata keras dan mempunyai budaya yang mereka pegang kuat. So enggak usah kaget kalau kebanyakan dari mereka akan ikut campur dalam rumah tanggamu termasuk masalah keuangan yang nanti akan aku jelaskan di bawah. Gelin yang tinggal sama mertuanya rata-rata masalahnya sama yaitu mertuanya suka ikut campur dalam hal apapun, siapkah kamu?. Kalau menurutku sebenarnya karena perbedaan budaya jadi hal kecilpun akan menjadi besar. Misalnya, orang Turki kalau mencuci baju dipisah-pisah (putih, hitam dan berwarna) dan deterjennya pun akan berbeda.  Nah gelin baru belum bisa Bahasa Turki meski udah dikasih tahu mungkin enggak mudeng terus dia campurlah bajunya maka mertuanya akan marah soalnya kalau bajunya luntur gimana? Si gelin sakit hati karena orang Turki nada bicaranya tinggi jadi kesannya marah-marah. Aku juga ngalamin ini kok bedanya aku nggak tinggal sama mertua jadi aku cerita aja sama mereka pas liburan ke rumah mertua ”anyway kenapa baju putihku sekarang berubah warna” ternyata setelah cerita ke mereka aku melakukan 2 kesalahan yaitu tidak memisahkan warna pakaian dan salah meletakkan pewangi pakaian karena suamiku enggak tahu hal begituan. Setelah cerita ke mereka yang ada kita semua ketawa. wkwkwkwkwk Jadi semuanya tergantung sama pribadi masing-masing. Kalo dapet mertua yang baik dan pengertian surga dunia pokoknya. Alhamdulillah banget mertuaku baik. Mereka juga kalo berbicara nadanya tinggi seperti orang Turki pada umumnya tapi mama mertuaku sering mengatakan ”Ika, aku minta maaf ya kalau nada bicaraku tinggi soalnya sudah menjadi kebiasaan kita jadi kamu jangan tersinggung karena aku nggak marah sama kamu. Maaf juga kalo aku cerewet tapi niatku baik untuk ngajari kamu. Aku menganggapmu seperti anak kandungku dan aku mencintaimu seperti aku mencintai Enes” lalu memeluk dan menciumku.

Kalau dapet mertua yang kurang pengertian atau susah menerima budaya baru serta ikut campur dalam rumah tangga kita entah bagaimana rasanya. Bahkan aku juga denger cerita dari beberapa gelin lain ada juga mertua yang ikut campur dalam hal keuangan yaitu gaji suaminya Ibu mertuanya yang megang dan membelanjakan. Selain itu aku juga dengar ada yang mertuanya tidak mengizinkan menantunya makan makanan Indonesia. Intinya kalau tinggal dengan mertua akan banyak drama meski aku juga kenal beberapa gelin yang tinggal dengan mertua mereka tapi Alhamdulillah enggak ada masalah karena mertua mereka baik dan enggak ikut campur dalam rumah tangga anaknya.

Kalo tinggal sama mertua dan di kota masih mending tapi kalo tinggalnya di desa bener-bener harus siap fisik dan mental sekuat superman. Aku kemarin dapet cerita ada gelin yang tinggal di desa beberapa waktu lalu hilang. Jadi dia bekerja mengurus perkebunan strawberry yang luas, mengurus mertuanya, kedua anaknya dan suaminya. Saking sibuknya tangannya tidak bisa merasakan apa-apa kata dokternya hal itu terjadi karena dia bekerja sangat keras. Ada cerita gelin lain yang tinggal di desa kalo setiap musim panas dia harus mencuci semua karpet, membuat salca. Salca (Salça) adalah pasta tomat yaitu tomat yang dihaluskan lalu dimasak di atas api sebagai bumbu masakan orang Turki.

2. Siapkah kalian untuk belajar Bahasa Turki?

Gaes, belajar Bahasa asing itu enggak mudah apalagi Bahasa Turki yang tata bahasanya  berbeda sama Bahasa Ingris dan kebanyakan mengatakan bahwa Bahasa Turki lebih susah dari Bahasa Inggris pake banget. Aku sudah 7 bulan mengajar Bahasa Turki dan yang bertahan sampai akhir hanya 5%. Enggak usah berbangga juga kalau misalnya Bahasa Inggris kalian sudah bagus soalnya di Turki enggak akan kepake. Oke lah mungkin suami kita bisa berbahasa Inggris tetapi mertua dan kerabatnya apakah bisa? Orang Turki nasionalismenya sangat tinggi mungkin karena disini ada wajib militer dan semua film asing yang masuk ke Turki semuanya di dubbing. Jadi kalau ke bioskop mau nonton film Spiderman yang subtittle Bahasa Inggris bisa aja enggak ada, kalopun ada sehari mainnya cuman 2 kali dan aku pernah dong pas nonton ”The Avenger Turkish subtittle” sebioskop isinya cuman 10 orang. Jadi mereka udah dimanjakan sejak kecil dengan Bahasa Turki. Bahkan karakter utama film kartun asing yang masuk ke Turki aja diganti namanya. Kalau kalian tanya Popeye orang Tuki nggak akan tahu dan merka akan menjawab kalau Popeye itu kartun asal Turki soalnya aku pernah berdebat sama temenku tapi ujungnya dia kalah setelah aku tunjukkan referensinya. wkwkwk Baru hari ini kakak iparku bilang ”Ika kok kamu bisa nonton film pake subtittle soalnya aku suka pusing”? Aku udah terbiasa sejak kecil Abla, semua kartun, sinetron dan film asing yang masuk ke Indonesia kebanyakan enggak didubbing aliaspake subtittle jadi sekarang ya biasa aja. So meski kamu enggak suka belajar tapi kalau mau menikah dengan orang Turki WAJIB belajar Bahasa Turki. Masih mending kalau suami kita bisa berbahasa Inggris jadi komunikasinya masih lancar. Bisa dibayangkan kalau tidak ada bahasa penengah dan mengandalkan Google Translate dalam berkomunikasi aku yakin pasti akan sering terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Aku sama suamiku saja yang keduanya bisa berbahasa Inggris dengan lancar sering terjadi salah paham.

3. Siapkah kalian mengerjakan pekerjaan Rumah Tangga semuanya sendiri?

Aku pernah menulis ”Menjadi Ibu Rumah Tangga di Turki” https://ikapipit.wordpress.com/2019/02/08/menjadi-ibu-rumah-tangga-di-turki/

Di tulisan sebelumnya aku bercerita bahwa asisten atau pemnatu rumah tangga di Turki tidak umum karena gajinya mahal jadi semua pekerjaan rumah tangga yang mengerjakan adalah istri. Mungkin ada suami yang mau membantu pekerjaan istri tapi aku yakin jumlahnya sedikit jadi harus siap dengan hal ini terutama kalau kalian sekarang belum pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Harus siap untuk membersihkan toilet, mengepel, membersihkan jendela, dapur dsb. Perlu kalian tahu bahwa standar kebersihan orang Turki sangat tinggi bahkan rumah mereka sangat bersih, jauh lebih bersih dari rumah Indonesia pada umumnya yang dibersihkan oleh pembantunya. Aku sendiri bener-bener terkesan dan kagum sama jiwa kebersihan dan ketangguhan mereka. Jadi kalao membersihkan kaca jendela mereka bener-bener enggak takut mati, kenapa? Karena kaki mereka keluar jendela supaya membersihkannya maksimal meski rumah mereka berada di lantai 10. Di Turki udah jadi pemandangan biasa kalau ada ibu-ibu yang keluar jendela hanya untuk membersihkan jendela. Kalau kalian nanti tinggalnya enggak sama mertua dan suami kalian enggak terlalu mempermasalahkan kebersihan kalian beruntung banget tapi kalau suami kalian juga ”gila kebersihan” harus siap-siap dari sekarang. Alhamduliiah suamiku tipe orang yang tidak mempermasalahkan kebersihan alias suka berantakan bahkan selalu ngasih tahu aku untuk tidak bersih-bersih setiap hari tapi aku sendiri yang enggak betah kalo nggak bersih.

4. Siapkah kalian bersih-bersih terus setiap hari?

Aku udah bahas di atas tentang standar kebersihan orang Turki yang sangat tinggi. Jadi kalao kalian nanti tinggal sama mertua meskipun enggak tapi suami kalian juga sangat peduli dengan kebersihan harus siap-siap membersihkan rumah setiap hari. Aku jelaskan disini tentang ”günlük temizlik” alias bebersih harian yang meliputi mengelap jendela dan perabot rumah, memvakum karpet, mengepel lantai, membersihkan toilet, membershkan dapur termasuk kompor gas dan perabot lainnya. Aku pernah membuat video ”bayram temizliği” (bersih-bersih untk menyambut hari raya) ternyata komen mereka (orang Turki) bersih-bersih yang aku lakukan adalah bersih-bersih harian mereka. wkwkwkwk.

Ketika aku tinggal sama suami, aku bener-bener nyantai banget bahkan pernah enggak ngevakum karpet selama lima hari karena kita berdua sibuk banget. Beda ceritanya ketika aku tinggal sama mertua. Jadi setiap musim panas (3 bulan) aku tingal sama mertua, kakak ipar dan anak-anaknya karena anak-anaknya juga libur di musim panas jadi semuanya berkumpul di rumah mertuaku di Bursa. Mertuaku sama seperti wanita Turki pada umumnya yang suka kebersihan jadi ketika tinggal sama mertua aku bersih-bersih tiap hari tapi karena ada kakak ipar juga jadi kita bagi-bagi tugas. Kadang aku cuman ngelihat aja kalo pas kakak ipar ngajari. Kakak Iparku nomer dua termasuk yang palig bersih jadi kalo ngajari bener-bener keren. Dia juga ngasih tahu kalo korden itu sebulan sekali harus dicuci. Lagi-lagi aku cerita kalo selama di Van (9 bulan) aku belum pernah mencuci korden karena aku nggak tahu gimana nyucinya (apalagi Enes, dia nggak tahu apa-apa tentang kebersihan, rumah, masakan). Lagi-lagi kita semua ketawa setelah mereka mendengar ceritaku. Karena rencananya pas balik ke Van mau aku laundry semua karpet, selimut dan korden. Ternyata korden bisa dicuci di mesin cuci. Jadi sekarang aku lagi di rumah mertuaku di Bursa dan aku belajar banyak hal. Dulu setelah menikah juga aku tinggal bersama mereka tapi karena dulu aku belum bisa berbicara Bahasa Turki jadi aku tidak paham apa yang mereka katakan. Sekarang alhamdulillah aku udah mengerti 100% apa yang mereka katakan dan aku bisa menjawabnya juga. Aku merasakan hubungan kita semakin erat. Mungkin banyak gelin yang kontra sama kakak ipar tapi aku sebaliknya, kakak iparku bener-bener kaya kakak sendiri and I found my best friend here which is my sister-in-law. Aku bener-bener nyaman ngomong hal-hal dari A-Z sama dia dan sebaliknya dia juga cerita pengalaman hidupnya sejak kecil hingga punya 2 anak yang satu sekarang udah remaja. I love her so much

5. Siapkah kalian kalo keuangan keluarga suami yang pegang?

Di Indonesia pemegang keuangan keluarga pada umumnya adalah sang istri, sedangkan di Turki sebaliknya. Jadi banyak gelin yang kaget setelah menikah suaminya enggak memberikan gajinya kepadanya. Bahkan ada juga yang tidak memberikan sepeserpun untuk istrinya. Mungkin kebutuhan utamanya telah terpenuhi tapi aku enggak kebayang aja kalo nggak dikasih uang jajan apalagi dulunya si istri bekerja. Dalam tulisan sebelumnya aku juga sudah membahas tentang ini termasuk di Turki pada umumnya sang suami juga yang pergei berbelanja ke pasar untuk belanja minguan atau harian. Jadi makanya ada suami yang enggak ngasih uang lagi ke istrinya karena semua kebutuhannya telah dipenuhi. Well, menurutku meski suami udah memenuhi kebutuhan istrinya sang suami tetep wajib memberikan uang kepada istrinya setiap bulan atau minggu. Bahkan ada juga gaes si istri bekerja tapi uangnya diminta sama suaminya (Ini katanya kisah nyata juga dari Mbak-mbak yang komen di salah satu media sosial). Makanya aku selalu bilang untuk membahas masalah ini sebelum menikah supaya enggak kaget tapi juga enggak langsung nanya blak-blakan jadi terkesan cewek matre. Dulu yang membahas ini dulu adalah suamiku karena dia terkesan sama financial managingku selama ini. Aku emang boros buat belanja, jalan-jalan ke luar negeri tapi aku selalu inget temen kanan kiriku untuk tetep investasi dan asuransi jadi Alhamdulillah semuanya balance. Jadi Alhamdulillah aku enggak kaget setelah menikah karena aku udah diskusikan sama suami sebelumnya bagaimana pengelolaannya. Termasuk gajiku bagaimana, gajiku ya gajiku dan suamiku tetep kasih uang jajan mingguan baik cash ataupun transfer. Well, aku nggak setuju kalo ada yang bilang orang Turki pelit. That’s just some Turkish not all Turkish. I totally disagree if someone says Turkish are cheap. No, they are not. It’s different between cheap and efficient. Kalo menurutku orang Turki itu efficient atau hati-hati banget dalam mengelurkan uangnya karena disisi lain mereka sangat dermawan dalam urusan menjamu tamu. Bahkan orang Turki di seitarku suka banget nraktir jadi kalo kita pergi makan atau main ama temen kita, suamiku ama temennya suka balapan buat bayar bill nya.

6. Siapkah kalian enggak makan makanan Indonesia?

Baru-baru ini aku baca komen salah satu gelin kalo dia enggak diizinkan sama suaminya untuk memakan atau memasak makanan Indonesia. Ada cerita lain juga kalo suaminya enggak ngasih uang buat beli makanan Indonesia. Jadi disini ada ”Jasa Titip Bagasi” yang siap membawa makanan dari Indo ke Turki atau sebaliknya dengan biaya yang cukup terjangkau. Ada juga banyak gelin Indonesia yang jualan makanan Indonesia tentunya harganya mahal karena semua bahan didatangkan dari Indonesia. Aku juga denger ada gelin yang sampe ngutang-ngutang buat order makanan Indonesia ke gelin lain. Sedih naggak si dengernya?. Aku aja yang suka sama makanan Turki kadang suka kangen ama makanan Indonesia apalagi kalian termasuk tipe orang yang nggak bisa makan makanan asing. Aku memaklumi kalo banyak yang nggak suka makanan Turki yang terkenal hambar, dsb karena emang rasanya beda banget ama makanan kita. Tapi di sisi lain aku malah suka karena makanan mereka menurutku rasanya original misalnya masak daging ya rasanya daging ama garem aja. Alhamdulillah aku enggak ada masalah ama makanan Turki bahkan berat badanku selalu naik kalo pas tinggal ama mertua karena masakan mertuaku bener-bener enak. Jadi aku masak masakan Indonesia pas kangen aja dan alhamdulillah mertuaku enggak pernah komplain kalo aku masak masakan Indonesia. Bagi kalian yang suka makanan yang berbau menyengat seperti terasi, ikan asin, pete dan jengkol harus siap untuk tidak memakannya lagi ketika di Turki karena orang Turki enggak tahan sama baunya bahkan ada juga yang seketika muntah setelah mencium baunya. Alhamdulillah aku juga enggak suka sama makanan tersebut jadi enggak pernah masak masakan itu. Seminggu terakhir aku hanya tinggal sama keponakan karena mertuaku tingal di rumah summer dan selama seminggu aku masak masakan Indonesia dan keponakanku malah suka. wkwkwkwk

7. Siapkah kalian enggak pulang kampung bertahun tahun?

Setiap orang kondisinya berbeda-beda. Beruntunglah kalau suami kita baik dan mengizinkan kita pulang setiap tahun atau dua tahun untuk mengunjungi keluarga kita. Karena aku pernah dengar banyak gelin yang sudah bertahun-tahun tidak bisa pulang kampung. Makanya sebelum menikah harus siap dengan kondisi ini. Dulu orang tuaku membuat perjanjian sama suamiku maksimal dua tahun sekali aku harus pulang kmapung dan suamiku menyetujuinya. Insha Allah tahun depan aku pulang kampung. Sebenernya tahun ini bisa aja pulang kampung tapi masih banyak hal lain yang kita pertimbangkan jadi kita memilih tahun depan.

8. Siapkah kalian di rumah terus dan enggak diizinkan kemana-mana?

Kebanyakan laki-laki Turki yang sudah menikah tidak mengizinkan istrinya pergi sendirian kemana-mana mungkin karena masih baru, belum bisa Bahasa turksi dsb. Meski sudah lama namun banyak juga yang tidak mengizinkan untuk pergi keluar rumah sendiri. Jadi kalo sekarang kalian biasa kemana-mana sendiri perlu diskusikan hal ini juga sebelum menikah. Kalo suamiku alhamdulillah termasuk suami yang open minded dan memberikan kebebasan kepadaku untuk pergi kemana-mana sendiri misal ke pasar, supermarket bahkan keluar kota sendiri. Kalo kata kakak ipar tipe suami kaya Enes ini di Turki sangat langka. I am so lucky to have you bebeğim.

9. Siapkah kalian naik angkutan umum dan jalan kaki?

Lagi-lagi keadaan setiap orang berbeda tapi di Turki orang-orang sudah biasa naik angkutan umum dan berjalan kaki. Aku sendiri malah lebih suka naik Metro (MRT) dibanding naik mobil yang suka macet. Meskipun kemana-mana dianter suami tapi tetep harus siap jalan kaki karena tempat parkirnya jauh banget dari pusat kota. Di Turki bener-bener susah cari parkiran jadi harus siap jalan kaki berkilo kilo apalagi kalo belum ada mobil jadi harus siap-siap karena enggak ada Gojek atau Grab Bike kaya di Indonesia.

10. Siapkah kalian untuk tinggal selamanya di rumah atau apartemen sewa?

Lagi-lagi keadaan setiap orang berbeda tapi harus siap juga kalau misalnya suami kita belum punya rumah karena aku juga melihat banyak orang Turki yang anaknya sudah menikah mereka masih tinggal di apartemen atau rumah sewa. Makanya banyak cewek Turki yang menyaratkan rumah dan mobil sebelum menikah dan demi memenuhi itu banyak cowok Turki yang menikah di atas 30 tahun meski ada juga yang menikah muda. Lagi-lagi keadaan setiap orang berbeda. Sebelum menikah aku tahu suamiku belum punya rumah dan mobil secara baru kerja 2 tahun dan hobinya jalan-jalan ke luar negeri. Tapi ini nggak masalah karena aku yakin suatu saat nanti kita bisa membangun rumah. Enggak ada salahnya kalian buat analisa tentang ini misalnya kalian cek aja di google harga properti di Turki berapa kemudian lihat kondisi keuangan calon suami. Aku yakin enggak ada yang enggak mungkin selama Allah mengehndaki dan Allah menjamin akan menambah rezeki orang yang sudah menikah. Aku sendiri membuktikan hal ini, Alhamdulillah Allahu Akbar aku sama suami kadang enggak nyangka. Jadi nggak usah takut miskin setelah menikah karena Allah yang akan menjamin.

Jadi aku hanya berpesan kepada teman-teman yang mau menikah dengan pria Turki untuk berpikir panjang jangan kemudian terburu-buru mengambil keputusan ketika ada orang Turki yang melamar langsung ”Iya”. Benar-benar harus pikirkan 5 10 atau 20 tahun yang akan datang dan wajib kenali dia dan keluarganya dengan baik karena ketika di Turki kita akan tinggal dengan mereka. Sedih kalo denger gelin yang dianiaya sama mertua tapi suaminya malah membela Ibunya dan ini kisah nyata. Apalagi sekarang kalian masih kuliah, jangan kemudian keluar kuliah demi menikah dengan orang Turki karena ada yang curhat kepadaku tentang ini. Bener-bener harus pikirkan in case nanti cerai atau dia meninggal duluan kita mau gimana?. Apalagi kalau misalnya kalian sekarang sebagai tulang punggung keluarga, jangan langsung iya dan pindah ke Turki dan menelantarkan keluarga kita. Tanyakan juga apakah dia mau membiayai orang tua kita di saat tua nanti? Karena ada lo yang enggak mau, ingat kan cerita di atas buat kasih istrşnya belanja makanan Indonesia aja enggak mau apalagi ngasih ke keluarganya?  Aku dulu sebelum menikah sama Enes, kita berdua udah membuat rencana jangka pendek dan panjang termasuk kemungkinan-kemungkinan teburuk. Kalau perlu buatlah perjanjian pra nikah dan kalian tanda tangani di atas materai termasuk harta gono-gini atau aset yang kalian bawa.

Semoga bermanfaat! Sekali lagi aku enggak bermaksud menakut-nakuti atau iri kalau kalian menikah dengan orang Turki (well sedikitpun aku enggak iri malah seneng banget kalo ada gelin lain yang datang kesini). Cuman sedih aja kalau denger cerita-cerita gelin lain yang enggak beruntung bener-bener ikut sedih banget. Terakhir denger cerita gelin yang udah punya dua anak cerai sementara anak-anaknya nggak boleh dibawa dia pulang ke Indonesia. Oh ya tentang hak asuh di Turki yang aku dengar dari kakak ipar jika anaknya di atas 4 tahun kemungkinan terbesar ayahnya yang akan mendapatkan hak asuh. Meski anaknya di bawah 4 tahun pun, sang hakim akan melihat finansial Ibunya misal sang Ibu enggak bekerja, sang ayah peluangnya lebih besar. Hukum disini kalo kita lihat sekilas kelihatannya emang sangat patrialisme atau memihak lak-laki.

That’s all. Görüşürüz. Wassalamualaykum

Posted in Budaya Turki, Ibu rumah tangga, pernikahan, Tak Berkategori, Timur Tengah, turki, Visa Turki | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Puasa Pertama di Turki

ıkaaaaa

Assalamu’alaykum. Apa kabar semuanya? Semoga di penghujung Ramadan ini kita masih semangat. Aamiin

Alhamdulillah aku masih bisa sempetin nulis blog. Inşaallah aku rutinkan setiap awal bulan blog nya akan publish. Kali ini aku mau cerita pengalaman pertamaku puasa di Turki. Emang bener ya kalo orang Turki banyak yang enggak puasa di bulan Ramadan? mari kita bahas

Perbedaan yang paling ku rasakan adalah waktu puasa. Di Turki lama puasanya beda-beda rata-rata 16 jam. Semakin ke timur waktu imsak dan bukanya lebih cepat, misalnya aku tinggal di ujung timur Turki imsaknya jam 02.50 bukanya jam 19.30. Semakin ke barat waktu imsak dan bukanya semakin malam. Karena sebelumnya udah pernah puasa disini jadi alhamdulillah 16 jam masih dikatakan aman karena aku tidak pusing dan sakit.

Kedua, bisa dikatakan perempuan sini tidak umum tarawih di masjid meski banyak juga yang ke masjid namun masjid disini tidak seramai di Indonesia. Inilah yang aku kangenin bisa buka di masjid, haha maklum dulu pas di Jakarta termasuk Para Pencari Takjil sekalian tarawih soalnya. Buka puasa di masjid disini jarang. Aku belum pernah nemu malahan.

Ketiga, bener nggak si orang Turki yang nggak puasa makan seenaknya di depan umum? Aku tinggal di bagian timur Turki dan aku tidak menemukan hal seperti ini misal orang minum atau makan di jalan. Pernah pas ke mall lihat beberapa orang makan di restoran atau kafe. Menurutku ini masih wajr dan biasa soalnya di Jakarta juga kaya gitu kan. Karena memang nggak semuanya puasa, kalo kita hitung mungkin hanya 60% yang puasa. Anak-anak, wanita haid, ibu hami, ibu menyusui, lansia kan tidak puasa.

Keempat, ada nggak si buka puasa bareng di Turki? ADA. Selama sebulan disini aku udah 5 kali buka bareng. Sekali kita buka di restoran dan hampir sama kaya di Indonesia keadaannya penuh banget bahkan jam 5 kita reservasi kebagian di luar. Pernah sekali buka bareng di tempat umum ramean. Hal yang sedikit membedakan adalah disini orang-orang lebih suka mengundang buka puasa di rumahnya. Selama bulan puasa udah 4 kali aku ngundang dan 4 kali juga bertamu jadi gantian gitu. Tapi aku merasakan banget bahwa kekuatan keluarga disini sangat erat. Jadi mau nggak mau kita harus bisa masak ala orang Turki. so far aku suka sama budaya ini mengundang tamu dan diundang jadi persaudarannya semakin kuat. Selain itu bedanya disini enggak ada yang jualan kolak, gorengan, dan takjil lainnya di jalanan. Ini salah satu yang ku rindukan tapi alhamdulillah aku masih bisa bikin kolak di rumah. hehe

Ada itikaf nggak di Turki? Sejujurnya aku kurang paham tapi kalau masjid besar aku yakin ada dan lagi-lagi sepertinya tidak umum wanita datang ke masjid.

Sekarang kita bahas menu buka puasa dan sahur di Turki. Untuk menu buka puasa ada roti khusus yang hanya ada di bulan Ramadan yaitu roti Pide. Jadi orang Turki pas buka akan minum serbet (sejenis sirup) dan makan kurma, habis itu makan sup (rata-rata krim sup) lalu makan menu utama bisa nasi dan daging atau menu lain. Setelah itu mereka akan minum teh sama makanan penutup yang manis. Kalo pas sahur biasanya sama kaya sarapan pagi yaitu keju, buah zaitun, telor, roti, madu, selai, teh dan buah. Karena kita keluarga mix jadi kadang aku buka ala orang Turki kadang buka ala orang Indonesia jadi sepinginnya aja tapi kalau ada tamu kita buka ala orang Turki. Kalau untuk sahur aku jadi orang Indonesia yang wajib makan nasi. wkwkwkwk. Kalau suami sahurnya cuman makan buah aja katanya supaya enggak haus dan sekalian lagi program diet. Selama bulan puasa dia udah enggak makan roti dan pas sahur cuman makan buah aja. Alhamdulillah udah turun 4 kg tapi masih tetep buncit dikit.

Jadi itulah keseruan bulan puasa di Turki. Nanti pertengahan bulan aku bahas lebaran di Turki inşaallah.

Disini juga ada video buka puasa dan sahur kita

 

Ini video sahurnya

Posted in Budaya Turki, pernikahan, puasa di turki, turki | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Visa ke Turki (bedanya e-visa dan married visa)

Turk

Banyak sekali yang bertanya kepadakau terutama calon gelin atau gelin yang akan pindah ke Turki atau yang akan jalan-jalan ke Turki visa jenis apa yang diperlukan?. Ada banyak jenis visa namun yang akan aku bahas hanya e-visa dan married visa.

Akan aku bahas satu-satu. Sejujurnya aku baru tahu married visa juga dari gelin baru karena pas aku datang ke Turki bulan Juli 2018 aku pake e-visa biasa yang aku buat online hanya 5 menit. Ternyata peraturan pemerintah selalu berubah. Entah sejak bulan apa si gelin tersebut mengatakan kalau hanya pakai e-visa dia harus membeli tiket PP sementara kan dia nggak mau balik ke Indonesia dalam waktu dekat. Kemudian dia dan suaminya ke kedutaan dan akhirnya membuat married visa dan kalau married visa atau visa nikah tidak memerlukan tiket PP hanya sejalan saja. Padahal dulu pas aku ke Turki tiketku cuman sejalan, ketika check in ataupun di immigration check nggak ditanyain apa-apa. Langsung kita bahas yuk apa bedanya e-visa dan married visa:

1. E-visa

E-visa atau elektronik visa adalah visa elektronik jadi tidak ditempel di paspor kita bahkan kita tidak perlu mencetaknya karena ketika ke Turki aku hanya menunjukkannya lewat HP. Namun alangkah baiknya jika kita mencetaknya kalau misalnya baterai HP kita habis atau kecopetan kan jadi ribet. Sebenarnya ada VoA (visa on arrival) kalau misalnya e-visa kita hilang. Namun kemarin aku baca peraturan baru bahwa untuk WNI yang akan ke Turki wajib menunjukkan visanya pada pengecekan imigrasi. E-visa bisa kita buat sendiri online dengan biaya 25,6 USD dan pembayarannya hanya bisa dengan kartu kredit. Sedagkan VoA biayanya 30 USD tunai dan harus dalam bentuk mata uang Dolar. VoA bisa kita buat setelah tiba di turki yaitu di bandara setempat dengan menunggu sekian lama. Kalau antriannya nggak panjang ya sebentar saja tapi kalau antriannya panjang ya lumayan nunggunya.

Sejak tahun 2013 pemerintah Turki telah mengeluarkan e-visa yang bisa diakses oleh seluruh umat manusia di planet ini. Berapa lama masa berlakunya? Masa berlakunya hanya 30 hari. Jadi kalau misalkan kita mau ke Turki untuk jalan-jalan bisa pake e-visa ini ataupun yang mau menetap ke Turki juga bisa pake e-visa dengan catatan harus punya tiket PP. Untuk link e-visa nya akan aku kasih di bawah ini karena banyak situs-situs broker atau palsu jadi jangan sampai salah. Aku pernah sekali salah alamat dan 100 dolar melayang. Kalau situs resmi pasti ada logo kementrian luar negeri Turki di setiap lamannya. Ini link e-visanya

https://www.evisa.gov.tr/en/apply/

2. Married Visa

Married visa berbeda dengan e-visa mulai dari bentuknya, cara pengurusannya, harganya dan masa berlakunya. Married visa bisa kita buat di Kedutaan Turki di Kuningan, Jakarta dan langsung jadi. Pastikan kalian datang ke kedutaannya pagi supaya bisa langsung jadi sehari. Berapa biayanya? Biayanya lebih mahal yaitu 60 USD. Berapa lama masa berlakunya? Masa berlakunya juga lebih lama yaitu 90 hari. Syaratnya apa saja? Yang pasti sudah menikah dengan WN Turki dengan menunjukkan dokumen terkait seperti buku nikah, KTP, Akta dsb.

Aku biasanya menyarankan para gelin untuk membuat visa ini jadi pas ke kedutaan untuk mendaftarkan pernikahan sekalian juga buat married visa. Untuk para gelin yang akan tinggal di Turki setelah tiba di Turki wajib mendaftar ikamet (izin tinggal) dimana terkadang bisa lebih dari satu bulan jadi kalau pake married visa lebih aman dan nggak perlu tergesa-gesa ngurusnya. Bagaimana cara mengurus Ikamet udah aku tuliskan pada blog sebelumnya (Arsip Agustus 2018). Ini link nya

https://ikapipit.wordpress.com/2018/08/11/ikamet-family-documents-aile-ikamet-belgeler/

Atau bisa tonton video ini

Posted in Budaya Turki, Tak Berkategori, travelling, turki, Visa Turki | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments

Bagaimana Beradaptasi Dengan Budaya Turki

Setelah delapan bulan aku tinggal disini aku merasa sudah cukup beradaptasi terutama dengan cuaca dan juga budayanya. Meskipun kadang masih saja suka terkejut dengan perubahan cuaca yang drastis apalagi kalo tiba-tiba penghangat ruangan mati. Di tempat lain akhir April mungkin sudah mulai hangat dan tidak perlu penghangat ruangan lagi tapi di tempatku tinggal masih sangat dingin terutama malam hari suhunya masih di bawah 0 karena ketinggian tempatnya sekitar 1.700 di atas permukaan air laut. Penghangat ruangan disini masih menggunakan batu bara. Kelebihannya adalah murah tapi menyebabkan polusi udara dan mencemari lingkungan. Tahun ini pembangungan pipa gas alam sudah hampir selesai jadi tahun depan sudah bisa menggunakan gas alam tanpa takut tiba-tiba mati karena batu baranya habis. Meskipun dengan batu bara tetap saja sebulan aku harus membayar sekitar satu juta rupiah.

Sekarang akan aku tuliskan per poin bagaimana beradaptasi dengan budaya Turki termasuk dengan iklimnya tentunya sesuai dengan pengalaman saya. Tulisan ini ditujukkan kepada siapa saja terutama calon gelin yang akan tinggal di Turki.

1. Iklim

Di atas tadi udah aku singgung sedikit tentang perubahan iklim. Buat orang yang selama hidupnya tinggal di negara beriklim tropis ketika pindah ke negara yang beriklim subtropis yang mempunyai 4 musim awalnya pasti akan kaget seperti diriku. Terutama setelah memasuki musim gugur menjelang musim dingin hingga musim semi. Kenapa? Karena seumu-umur aku belum pernah ngerasain suhu di bawah 0. Kalo penghangat ruangan kalian menyala dan bisa benar-benar hangat nggak ada masalah. Masalahnya hanya ketika keluar rumah. Terkadang udah pake baju dobel 3, kaos kaki dobel 3, celana dobel 2 dan jaket tebel serta sarung tangan tetep aja masih merasa kedinginan apalagi kalo habis turun salju. Penghangat ruangan bener-bener menjadi sahabat terbaik di musim dingin bahkan di tempat aku tinggal sejak bulan November sampai Mei masih membutuhkan penghangat ruangan. Gimana caranya supaya badan kita tidak kaget dan sakit? Alhamdulillah di tahun pertama aku enggak sampe sakit, bahkan suamiku heran karena pas 4 tahun lalu dia pindah ke Van (nama kota tempat kami tinggal) dia sampai di opname 2 hari di rumah sakit. Sebenernya kuncinya cuman tiga yaitu pake baju tebal  dan seringlah minum susu jahe madu atau salep serta jangan sering mandi. Salep adalah salah satu minuman yang berasal dari akar tanaman liar yang tumbuh di hutan. Fungsinya sama seperti jahe yaitu menghangatkan. Di Turki jahe dijual baik yang bubuk maupun jahe sagar tapi jahe segar sangat mahal. Untuk minuman aku biasa beli jahe bubuk dicampur sama susu dan madu diangetin di atas kompor. Aku sering banget minum SJM (susu jahe madu) minimal seminggu 3 kali. Kalo misalnya habis dari luar dan masih kedinginan aku biasa nyalain mesin penghangat listrik tambahan dan nongkrong di depannya sampe 15 menitan. Selain itu, pakailah baju atau sweater yang berbahan wol karena akan lebih hangat ketika dipake.

Aku dulu pas di Indonesia kalo denger orang yang mandinya 3 hari sekali pasti kesannya jorok banget atau dasar bule. Setelah tinggal disini aku baru ngerasain dan mandi tiap 2-3 hari sekali di musim dingin kalau musim panas aku mandi tiap hari. Hahaha. Kalo kalian mau ngatain aku jorok ya nggak papa. Kenapa aku jarang mandi? Pertama udara disini kering dan tidak lembab seperti di Indonesia terutama di musim dingin. Kalian nggak akan keringetan kalo nggak olahraga berat. Kalo cuman duduk, masak dan bersihin rumah nggak akan keringetan jadi aku mandi kalo badan udah mulai bau. Selain itu kalo misalnya kita mandi tiap hari di musim dingin kulit kita akan semakin kering dan bisa juga sakit apalagi kalo habis keramas rambutnya enggak langsung dikeringin. Pas di Indonesia aku nggak pernah pakai hairdryer karena panas dan suka kering sendiri. Kalo lagi musim dingin, jangan pernah membiarkan rambut basah karena bisa sakit. Jadi begitu selesai keramas dan dihandukin langsung keringkan pake hairdryer. Habis mandi langsung pake kaos kaki tebal dan buru-buru pake baju anget soalnya bakal kerasa dingin banget setelah mandi. Kalo aku suka nyalain pemanas listrik setelah mandi dan keramas sambil minum SJM dan nonton Netflix.

2. Makanan

Ada orang yang suka mencoba makanan baru dan ada juga yang konservatif atau nggak mau makan selain makanan yang biasa dimakan sejak kecil. Aku termasuk tipe orang pertama dan kata orang bisa hidup dimana aja. Kalo orang yang suka travelling dan tipe pemakan segala dia akan betah dimanapun dia berada dan nggak takut kurus. Kalo suamiku tipe ke-dua alias konseravtif terhadap makanannya. Jadi kalo dia travelling udah pasti pas balik ke Turki bakal kurus. Menurutku banyak makanan Turki yang enak dan cocok sama lidahku. Aku udah pernah nulis makanan apa aja yang enak di tulisan sebelumnya yaitu ”Culture Shock in Turkey”. Kalo kamu tipe orang kedua alias yang nggak bisa makan makanan baru sebaiknya belajar memasak masakan Indonesia dari sekarang serta ketika pindah ke Turki bawalah bahan-bahan masakan yang nggak ada di Turki terutama bumbu-bumbu dan rempah-rempahnya.

Akan aku tuliskan bumbu-bumbu dan bahan makanan yang bisa ditemukan di Turki. Bumbu-bumbu yang ada disini antara lain : kunyit bubuk (zerdecal), jahe ada yang bubuk dan segar (zencefil), lada (karabiber), ketumbar (kişniş), cabe merah bubuk (pul biber), jinten (kimyon), daun salam (defne yaprağı). Bumbu seperti gula merah dari kelapa, kemiri, pala, kencur, lengkuas, serai, daun jeruk nggak ada. Mungkin di pasar besar seperti Metro, Migros di kota besar ada. Bahan makanan seperti santan (hindistan cevizi sutu), tepung beras (pirinç unu), tepung tapioka (nişastası), kacang hijau (maş fasulye), mie telor, bihun, kacang kedelai (soya fasulye), cabe (biber), ikan teri (hamsi) ada di Turki. Bahan makanan yang nggak ada dan wajib dibawa ke Turki adalah gula merah, tepung ketan, kerupuk, kecap manis, kecap asin, saos tiram, saos sambal, terasi, pete, jengkol dsb. Sebenernya beberapa gelin ada yang jual tapi mahal banget jadi sebaiknya bawa persediaan yang banyak.

Memang ada kalanya kita akan rindu masakan tanah air. Kalau aku lagi kangen masakan Indonesia baru aku masak masakan Indonesia dan itu enggak setiap hari. Semenjak di Turki aku udah nggak makan nasi terus tiap hari. Orang Turki juga makan nasi tapi beda cara masaknya. Paling sering seminggu sekali aku makan nasi. Banyak yang berpikir bahwa kalau nggak makan nasi nggak kenyang. Nah kalau kalian juga punya pemikiran seperti ini sebenarnya nggak papa cuman kalo tiap hari harus masak nasi kan repot apalagi di Turki ricecooker enggak umum dan mahal. Jadi harus belajar masak nasi tanpa ricecooker. Awalnya aku juga punya pemikiran yang sama kalau nggak makan nasi nggak kenyang tapi setelah pindah ke Turki dan melihat makanan Turki yang menu karbohidratnya berasal dari roti atau kentang, aku sadar kalau aku salah. Makan roti atau kentang atau mie atau pasta bisa membuat kita kenyang karena semuanya adalah sumber karbohidrat.

3. Budaya 

Aku akan tuliskan beberapa hal yang membuat para gelin disini kaget ketika datang pertama kali di Turki. Pertama adalah intonasi atau nada bicara orang Turki yang keras. Kebanyakan orang Turki kalau berbicara nadanya keras seperti orang marah padahal mereka enggak marah. Aku juga pas awal-awal ngira mereka lagi marah-marahan padahal lagi ngobrol biasa. Jadi jangan kaget dan bawa santai aja nggak perlu bales mereka dengan nada yang sama. Just be yourself. Kedua adalah waktu tidur orang Turki pada umumnya di atas jam 12. Pas pertama kali ke Turki aku tidurnya masih awal jam 10 an sementara itu suami masih asyik ngobrol sama keluarganya karena pas awal dateng dulu kami tinggal di Bursa sama keluarganya. Sebenernya nggak papa kalau kalian mau tidur cepet cuman setelah 2 minggu jam tidurku juga mundur karena kadang nggak bisa tidur karena keponakan masih berisik dan berlarian di koridor atau di rooftop. Bahkan setelah tinggal berdua ama suami jam tidurku menyesuaikan jam suami. Intinya saling menghormati dan komunikasi. Kadang aku tidur duluan kalau suami main PS ama temennya ampe larut malam.

Di tulisan sebelumnya aku juga pernah bahas tentang adab bertamu. Kalau misalkan kita bertamu dan nggak bisa makan makanan yang disajikan nggak usah dipaksakan dan sampaikan ke mereka kalau kita nggak bisa makan makanan tersebut. Kalau misalnya mereka ngasih makanan asem atau kopi aku nggak akan makan dan selalu bilang aku punya maag. Kalau kita yang menjamu tamu harus bener-bener siap. Mulai dari bersih-bersih rumah lalu usahakan hari itu free karena kalian harus masak banyak mulai dari appetizer, main course, dessert dan buah serta jus. Aku dan suami sama-sama bekerja. Meskipun aku bekerja di rumah tapi tetap saja bekerja dan nggak bisa disambi masak. Suami sering banget ngundang teman-temannya ke rumah buat makan malam. Disini perlunya kerja sama dengan suami. Kadang aku jam 5 sore baru selesai ngajar padahal jam 7 tamu dateng sementara aku belum masak apa-apa. Biasanya untuk dessert aku bikin malam sebelumnya biar nggak repot banget. Jam 5 aku mulai masak dan suami juga ikut bantuin ngupas-ngupas sama menata meja. Alhamdulillah selama ini bisa teratasi meski kadang di hari itu capek banget karena minimal jam 12 malam tamu baru pulang. Jadi jam 7-8 makan makan. Jam 8-10 ngeteh sama makan makanan penutup (dessert) dan kacang-kacangan kadang ngopi juga. Gelas teh di Turki kecil jadi siap-siap jadi setrikaan ngasih refil tehnya mondar-mandir kalau teh di gelas mereka udah habis. Jam 10-11 makan buah dan jus. Jam 11-12 lanjut ngobrol. Jam 12 tamu pulang. Kalau tamu suami cowok yang masih single bisa lebih malam lagi karena mereka akan main PS dulu. Dasar cowok

Ada satu hal yang selalu mereka tanyakan oleh orang Turki ke aku baik di kolom komentar Youtube atau DM Instagram ”Ka, kenapa orang Indonesia meski mereka berhijab mereka suka pakai lipstik menor”’ Nah lo. Banyak sekali yang komen di Youtube karena aku pake lisptik terang di video culture shock. Jadi gaes, di Turki wanita yang berhijab akan terkesan tidak baik kalau mereka memakai liptik yang terang dan mencolok terutama warna merah. Kenapa? karena warna merah biasanya suka dipakai oleh kaşarlar (cewek nakal atau penggoda). Aku pecinta lisptik merah, sebenernya suami dan keluarga suami enggak pernah komplain dan aku cuek aja pake cuman supaya tidak menimbulkan fitnah sekarang akau pake lipstik yang tidak terlalu mencolok. Kadang lisptik merah masih aku suka pake. wkwkwk

Ada satu hal yang sebernya personal tapi nggak papa aku tuliskan yaitu tentang keuangan keluarga. Di Indonesia rata-rata pengelola keuangan alias menteri keuangannya adalah sang istri tapi di Turki kebanyakan yang mengelola atau memegang keuangan keluarga adalah sang suami. Well, gaes lagi-lagi ini sangat personal dan memang tidak semuanya begitu tapi di Turki kebanyakan sang suami yang megang jadi bagi kalian yang mau nikah ama cowok Turki sebaiknya diskusikan hal ini sebelum menikah supaya enggak kaget karena di kolom komentar Facebook ku banyak para gelin yang komen kalo cowok Turki pelit lah dsb. Kalo aku mengamati kenapa bisa sang suami yang megang mungkin salah satu alasan karena jiwa perempuan kan suka belanja alias boros termasuk aku. wkwkwkwk. Nah cewek Turki juga gaes, mereka kalo belanja udah deh ampun. Bahkan temen kantor suami ada yang 50% gajinya hanya untuk belanja baju bulanannya. Ibu mertuaku juga suka banget belanja dan sempet kaget kalo ke pasar sama beliau. Aku termasuk suka belanja dan boros tapi kalo lihat cewek Turki belanja kalah aku. Lagi-lagi enggak semuanya begitu dan aku tidak bermaksud menjeneralisasikan. Kalo aku sama suami sebelum menikah kita udah bahas pengelolaan keuangan bagaimana dan pembelanjaan sehari-hari bagaimana jadi setelah menikah Alhamdulillah nggak ada masalah. Aku sempet nanya ke cowok Turki teman suami setelah banyak yang komen di Facebook tentang masalah keuangan bahkan ada juga yang komen tentang gaji istri katanya gaji istri salah satu gelin diambil suaminya dan ini berdasarkan pengalaman nyata.  Kata temen suamiku emang 70% pemegang keuangan adalah sang suami dan kalo masalah gaji istri ya udah wajar katanya kalo suami yang megang. Tapi aku juga pernah bertanya ke temenku cewek Turki yang bekerja katanya gajinya ya buat dia kaya aku. Nah, lagi-lagi hal ini bersifat personal tapi kata temen suami udah umum kalo suami istri bekerja uangnya dikumpulkan jadi satu dan sang suami yang kelola. Saranku supaya enggak kaget sama budaya ini WAJIB diskusikan keuangan keluarga sebelum menikah. Kalo perlu juga bikin surat perjanjian tentang harta gono-gini atau aset. Ini yang nyaranin temenku karena kita nggak tahu ke depannya gaes. Karena ada kasus KDRT dan yang dirugikan perempuan kalo berakhir dengan perceraian.

Kayaknya itu dulu teman-teman. Kalau ada yang ingn ditanyakan atau saran tulisan apa yang kalian pengen tahu silakan komen di kolom komentar atau boleh DM Instagram @ikapipit. Terima kasih banyak udah berkunjung ke blok aku.

Posted in Budaya Turki, pernikahan, turki | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Belajar Bahasa Turki dengan Cepat

blog

Karena akhir-akhir ini sibuk banget bantu ngedit video buat Youtube dan jadwal ngajar makin padet serta deadline projek buku buat anak di depan mata maka inşallah minimal  aku akan menulis sebulan satu tulisan. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku bagaimana belajar Bahasa Turki dengan cepat.

Pertama kali aku kenal suami bulan Juli 2017 dan aku mulai belajar sendiri di bulan September setelah aku yakin dan membeli tiket ke Turki untuk bertemu keluarganya. Waktu itu bisa dikatakan aku tidak tahu apa-apa atau 0. Selain itu aku males banget belajar karena pas LDR-an kami masih pake Bahasa Inggris untuk komunkasi sehari-hari jadi waktu itu bisa dikatakan aku belajarnya asal-asalan. Baru setelah kami nikah dan pindah ke Turki di awal bulan Juli 2018 aku mulai belajar dengan serius. Kenapa? karena suami enggak mau lagi ngomong pake Bahasa Inggris. ngeselin kan. Pada saat itu kita tinggal bersama keluarganya selama 2 bulan di Bursa. Selama disana aku banyak belajar kosakata benda-benda yang ada di depanku dari orang sekitar, aku cerewet banget nanya ini apa itu apa? dari situ aku belajar tentang kosakata. Selain tahu bagaimana mengucapkannya aku juga bertanya bagaimana menulisnya atau bisa ngecek di google sendiri. Misal ini apa? ini abur cubur (jajanan) lalu aku tanya gamana nulisnya.

Supaya lebih mudah aku akan memberikan tips-tipsnya cara belajar Bahasa Turki atau Bahasa lainnya dengan cepat yaitu :

1. Panduan dan Guru

Belajarlah dari awal tentang tata bahasanya bisa dari buku atau ikut kursus. Aku ngerasain banget bedanya belajar dengan buku panduan atau tanpa panduan alias asal comot dari Youtube atau google. Setelah kami pindah ke rumah kami di Van suami langsung beliin buku panduan supaya aku belajar tata bahasanya secara menyeluruh karena suami bukan guru Bahasa Turki jadi dia sendiri kadang bingung apa aja yang harus diajarkan. Kalo di buku panduan ada topiknya dari yang paling mudah ke yang paling susah. Suami membelikan buku tata bahasa dari yang paling dasar sampe advanced selain itu aku juga banyak download e book tentang gramer Bahasa Turki.  Jadi lebih banyak referensi semakin bagus dan akan semakin paham. Baik buku yang suami belikan ataupun e book yang aku download pengantarnya dalam Bahasa Inggris. Waktu itu aku nggak tahu kalo ada yang jual buku panduan belajar Bahasa Turki dalam Bahasa Indonesia. Insha Allah nanti summer 2019 aku juga akan published buku panduan belajar Bahasa Turki dalam Bahasa Indonesia dan buku panduan belajar Bahasa Indonesia dalam Bahasa Turki.

Lalu apa gunanya guru atau pendamping? Buku adalah benda mati yang tidak dapat berbicara dan terkadang kita tidak bisa paham atau salah paham hanya dengan membaca buku. Disinilah perlunya guru atau pendamping. Selain untuk menjelaskan, guru atau pendamping juga bisa sebagai pemandu di saat kita bingung. Guru Bahasa Turkiku enggak cuman suami tapi orang Turki di sekitarku termasuk muridku yang merupakan guru Bahasa Turki. Kadang orang Turki sendiri enggak bisa menjelaskan kenapa tata bahasanya begini termasuk suamiku, dia cuman jawab gini ”udah dari sononya”. Nah kalau udah kaya gini aku nanya ke muridku (guru Bahasa Turki) dan dia akan menjelaskan lebih jelas dan masuk akal termasuk sejarah atau asal usul katanya.

2. Gantilah apa yang dibaca, didengar, ditulis dan diucapkan dengan bahasa yang sedang dipelajari

Ada yang bilang bahwa untuk belajar bahasa asing yang penting kita bisa berbicara dulu tanpa harus bisa membaca atau menulis seperti anak kecil yang baru pertama belajar bahasa. Aku kurang setuju dengan pendapat ini. Kenapa? karena kita bukan anak kecil, kita orang dewasa dimana metodenya pun tidak sama dengan anak kecil, anak kecil belum bisa membaca huruf sedangkan kita sudah bica. Kalau aku menyarankan untuk seimbang dalam semua aspek bahasa. Ada empat aspek bahasa yang harus dikuasai yaitu membaca, mendengar, menulis dan berbicara. Nah semua ini harus seimbang jadi kita nggak cuman bisa ngomong dari yang kita dengar tapi bisa juga nulis gimana huruf-hurufnya. Itulah mengapa pas aku nanya kosakata aku cerewet banget nanya ke mereka gimana nulisnya. Apalagi kalo udah terjun langsung di Turki dimana pengucapan dan penulisannya akan jauh berbeda. Misalnya ”gideceğim” (gidejeim) aku akan pergi kalo disini mereka akan ngomong ”gicem” (gijam). Sama halnya kita orang Indonesia nggak akan ngomong pake tata bahasa baku untuk orang-orang yang udah kita kenal.

Sekarang aku akan bagi pengalaman supaya ke-empat aspek bahasa nya bisa kita kuasai dengan seimbang. Pertama kuasai tata bahasanya, dulu hampir tiap hari suamiku ngasih PR sampe aku paham topiknya dan dia akan ngecek kalo ada yang salah. Kedua untuk aspek berbicara, seringlah praktek sama orang Turki untuk berbicara dengan Bahasa Turki. memang tidak mudah kalo kita masih tinggal di Indonesia. Kalian bisa menyiasati dengan voice note (rekaman suara), kenapa rekaman suara karena kita bisa mengulang suara kita dan minta lawan biacaranya juga untuk merekamnya jadi kita bisa mendengarkan berkali-kali. Ketiga untuk aspek membaca, dulu tiap malam sebelum tidur suamiku selalu menyuruhuku untuk membaca buku dongeng anak. Disini selain belajar aspek membaca juga belajar aspek berbicara karena suamiku akan mendengarkan dan jika ada yang salah pelafalannya dia akan membenarkan. Untuk awalnya hanya membaca tapi pelan-pelan aku banyak belajar kosakata dari buku tersebut dan sekarang udah bisa menerjemahkan artinya. Ke empat untuk aspek mendengar, dulu aku sering nonton TV saluran anak kecil (TRT Çocuk) untuk melatih pendengaran, kenapa saluran anak kecil karena intonasi berbicaranya lebih pelan dan simpel serta mudah dipahami. Sebenernya ke empat aspek ini akan lebih mudah jika kita tinggal di negara yang bahasanya sedang kita pelajari. Misal aku mulai belajar dengan serius setelah tinggal di Turki maka otomatis setiap hari apa yang ku lihat apa yang ku dengar apa yang ku baca adalah Bahasa Turki. Memang awalnya nggak paham apa-apa namun lama kelamaan otak kita akan terbiasa dan jika kita mau belajar dan benar-benar mendengarkan atau membaca maka aku yakin kita akan cepat bisa.

Dulu ketika aku belajar Bahasa Inggris aku menerapkan semua yang aku tuliskan di atas. Untuk aspek membaca, tiap hari aku membaca berita The Djakarta Post dan BBC serta bacaan lainnya. Dari situ aku banyak menemukan kosakata baru. Untuk aspek mendengar aku hampir tiap hari dengerin lagu barat dan film barat serta radio BBC. Untuk aspek menulis dan berbicara aku mempraktekannya di Toastmasters club setiap Selasa. Disana aku berlatih berbicara dan menulis karena setiap kali aku akan speech aku selalu menuliskan naskahnya sekalian belajar menulis.

3. Konsisten

Pada awalnya aku semangat banget buat belajar tapi lama kelamaan males, dan itu udah sunatullah atau kodrat manusia yang kadar imannya naik turun. Begitu juga dalam belajar. Untuk menjaga kekonsistenan memang tidak mudah dan kadang kita butuh orang lain untuk memotivasi diri kita. Kalo aku lagi males, suamiku yang nyemangati dan dia tetep minta aku buat baca buku meski aku males dan aku minta diskon misalnya satu halaman aja cukup. Dulu pas aku belajar Bahasa Inggris kalau lagi males belajar aku paling cuman dengerin lagu barat dan nonton film karena aku suka nonton film dan nggak akan bosen. Pertama pas nggak pake subtittle aku hanya paham 20% lama kelamaan naik hingga 100%. Untuk menjaga konsisten diperlukan target misalnya bayangkan hal yang indah-indah kalo kita udah bisa lancar Bahasa yang sedang kita pelajari. Apa saja manfaatnya dan kenapa kita belajar. Insha Allah kalo inget sama tujuannya kita akan termotivasi untuk belajar.

Bahasa adalah skill dimana jika setiap hari dipake atau semakin sering digunakan akan semakin ahli seperti menyetir mobil. Mungkin kita tahu caranya dan fungsi-fungsi mobil tapi kalau enggak pernah nyetir apakah sekali nyetir akan langsung bisa dan ahli? that’s impossible. Makanya dulu setelah tes IELTS (salah satu parameter kemampuan Bahasa Inggris) misalnya kita dapet skor 6 sementara target kita 6.5. Untuk menaikan skor 0.5 ada sekian jam belajar yang harus dilalui. Aku pernah menuliskan dalam tulisan ”3 Kesalahan Besar Ketika Belajar IELTS” salah satunya yaitu terlalu fokus pada IELTS nya bukan pada Bahasa Inggrisnya. Aku dulu enggak belajar tapi malah ikut Toastmaster diamana disana akan langsung praktik berbicara dan juga menulis dalam Bahasa Inggris. Supaya bisa konsisten buatlah cara belajar yang menyenangkan misal dengan mendengarkan lagu atau film. Kalo aku dengerin lagu aku akan baca liriknya dan artinya. Selain itu bertemanlah dengan orang yang Bahasa nya sedang kita pelajari dan seringlah main sama mereka. Maksudnya gini, mungkin kita udah tinggal di Turki tapi roomate atau teman-teman kita adalah orang Indonesia dimana otomatis tiap hari kita akan ngomong pake Bahasa Indonesia bukan Bahasa Turki. Kalo kasusnya kaya gini akan lebih lama bisanya. Hal ini bisa disiasati dengan main sama orang-orang Turki. Aku sendiri disini sering main sama temen-temenku cewek Turki tanpa suami jadi aku benar-benar mengandalkan telingaku untuk mendengarkan mereka supaya paham dan mau nggak mau harus ngomong pake Bahasa Turki meski awalnya terbata-bata.

Yang terakhir adalah kesepakatan supaya belajarnya konsisten dan ini khusus yang sudah menikah dengan orang Turki dimana dua-duanya bisa berbicara dengan Bahasa Inggris. Kalian bisa buat kesepakatan untuk tidak menggunakan Bahasa Inggris sampai Bahasa Turkinya lancar dan menggunakan Bahasa Inggris hanya dalam keadaan darurat. Awalnya aku kesel banget sama suami karena nggak mau lagi pake Bahasa Inggris tapi tujuannya supaya aku bisa dengan cepat.

3. Jangan Baperan

Ketika belajar Bahasa baru misalnya Bahasa Inggris pasti ada aja orang yang ngetawain kalo kita salah. Terkadang itu membuat kita jadi males dan nggak mau ngomong lagi makanya banyak yang aspek membaca dan menulisnya bagus tapi aspek berbicaranya rendah. Kalo ada yang ngetawain atau ngebully nggak usah baperan. Nggak usah jauh-jauh orang lain, suamiku hampir tiap hari ngetawain kalo aku ngomong Bahasa Turki karena logatnya aneh atau lucu apalagi kalo pas salah melafalkan udah deh malah ditiruin sambil ketawa. Aku nggak akan baper meski suami ketawa atau niruin, bodo amat soalnya setelah dia ketawa atau niruin pasti akan ngebenerin salahnya dimana. Kalo dia ketawa aku ikutan ketawa. Hahaha. Dan ternyata nggak cuman aku aja, jadi ada salah satu muridku yang lagi belajar Bahasa Inggris, dia awalnya mau praktik ama suaminya karena suaminya udah bisa dengan lancar. Pernah dia salah lafalin ”higher” (haiyer) dengan (haiger) udah deh diketawain dan ditiruin. Habis itu dia kapok dan nggak mau lagi. Jadi kalo ada yang ngetawain atau ngebully hiraukan aja atau kata orang Turki BOŞVER. 

 

Teman-teman juga bisa lihat video kami

Posted in Tak Berkategori | 4 Comments

Tentang Cowok Turki

1. Pose (16)

Setelah kemarin iseng nanya di Instagram tentang cowok Turki ternyata banyak banget yang respon dan mereka bertanya-tanya bener nggak sih cowok Turki itu romantis, setia dsb. Kalo setia apa enggak itu sangat relatif jadi tidak bisa disama ratakan. Disini aku akan membahas tentang karakter cowok Turki pada umumnya dilihat dari sudut pandang budayanya jadi jangan tanya apakah cowok Turki gini Kak?. Setiap manusia itu karakternya berbeda meski kembar sekalipun. Tulisan ini aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan menurut pendapatku alias subjektif jadi kalau misalnya ada yang membaca dan enggak sesuai silakan komen dalam kolom komentar. Aku tidak menjeneralisasikan aku hanya berpendapat apakah mereka itu seperti yang kebanyakan orang tanyakan. Mari kita bahas satu persatu.

1. Romantis

Aku setuju kalo cowok Turki memang romantis meski banyak yang enggak. Setelah aku amati kenapa kebanyakan mereka begitu karena orang Turki terbiasa mengungkapkan sesuatu dengan kiasan atau peribahasa yang indah. Misalnya kalo seseorang masakannya enak maka mereka akan mengatakan ”ellerine sağlik”  (kesehatan untuk tanganmu arti secara harfiah) arti sesungguhnya adalah semoga Allah selalu memberikan kesehatan pada tanganmu untuk selalu memasak masakan yang enak. Ada banyak sekali kiasan yang sering mereka ucapkan dan untuk mengetahui artinya kamu harus paham dengan budayanya. Makanya ketika misalnya pacar atau suami kalian orang Turki nggak usah kaget kalo mereka itu kata-katanya manis semanis madu alias pinter banget ngegombal yang bikin kamu klepek klepek. Enggak hanya itu aku tahu ada cowok Turki yang biasa berpuisi kepada ibunya misal memanggil ibunya dengan kata-kata yang indah bahkan sampai si cowok ini menikah dan punya anak masih berpuisi sama ibunya. Ada lo ya aku tahu persis siapa dan sang Ibu juga akan membalas dengan puisi misal dengan memanggil anaknya wahai kupu-kupu manisku (anaknya nih cowok bukan cewek). Selain itu cowok Turki ini terkenal sangat sayang kepada Ibunya dan itu benar. Misalnya sang Ibu marah si cowok ini akan meminta maaf sambil memberikan buket bunga. Siapa si cewek yang nggak suka bunga? Nah setelah menikah kalo misalnya istrinya marah maka suami akan memberikan bunga sambil meminta maaf. So sweet kan? Aku sering dapet bunga dari suami. Enggak pas cuman marah aja ngasih bunganya. Kalau misalnya dia lagi bahagia atau pas hari ulang tahun kita, anniversary pernikahan dan lain sebagainya setidaknya sebulan sekali aku dapet bunga. Kadang suami suka surprise pas pulang kerja aku bukain pintu e dia membawa setangkai bunga mawar merah (my favorite flower).

2. Karakternya keras

Aku juga setuju tentang ini. Keras gimana nih maksudnya? Jadi udah bawaan budaya kalau rata-rata mereka memang keras secara karakter misalnya suka ngotot, enggak mau kalah atau keras kepala dan temperamen alias mudah marah. Well lagi-lagi enggak semuanya gitu ya cuman rata-rata memang begitu.  Mari kita bahas, jadi sepertinya kenapa bisa keras karena budayanya memang gitu. Jadi sejak kecil mereka udah dididik untuk menghormati kedua orang tuanya (sama lah ya) bedanya kalo yang aku amati seolah-olah mereka udah mempunyai tanggung jawab yang lebih berat ketika kecil. Misalnya nih cowok sini bener-bener nggak bisa lihat cewek angkat-angkat berat jadi pas aku pergi belanja gitu yang bawa belanjaan ponakan cowok padahal dia masih kecil lo baru 11 tahun dan kalo aku mau bawa enggak dibolehin sama dia, biar aku aja tante. Jadi secara enggak langsung udah terdoktrin bahwa cowok harus bener-bener kuat dan keras. Sedikit mirip sama budaya Arab jadi cowok disini sangat dominan tapi enggak seekstrim arab. Kedua, mereka suka ngotot, keras kepala atau nggak mau ngalah. Nah karena dari kecil mereka merasa lebih kuat makanya dalam hal berargumen juga keras cin. Kalo misalnya beda pendapat sama cowokmu atau suamimu yang orang Turki harus bener-bener sabar dan kalian harus buktikan pernyataan kalian dengan sumber yang jelas (ni macem bikin skripsi) Kalo kalian tunjukkan buktinya dan logis meski ngotot mereka akan mengakui kalo kamu yang benar selama ngasih tahunya enggak pake naik darah ya. Ketiga tempramen, entah karena apa mungkin karena mereka suka makan daging merah kali ya jadinya dikit-dikit naik darah tapi enggak semuanya gitu. Ketika marah ada yang melampiaskan emosinya dengan kata-kata atau dengan diam. Suamiku termasuk yang enggak mudah marah tapi sekali marah ya gitu diem aja. Jadi jangan kaget kalo di jalan atau di tempat umum lainnya ada dua orang yang lagi marah-marahan kedengeran dari jauh. Udah biasa itu mah.

3. Posesif, pencemburu

Kayaknya ini udah diakui oleh semua orang kalo cowok Turki identik dengan posesif dan pencemburu abis. Sebenernya budaya ini mirip sama budaya Arab betapa mereka sangat menjaga perempuan dari fitnah. Kalo yang aku amati kenapa bisa begitu karena budayanya begitu. Jadi gini sejak kecil pergaulan dengan lawan jenis sangat dibatasi jadi seringnya bergaul sesama jenis dan ketika misalnya bertamu juga begitu ruangannya terpisah. Tapi ini tergantung background keluarganya ya gaes karena banyak juga yang liberal ateis dsb. Aku pernah bahas di tulisan bertunangan dengan orang Turki atau yang udah lihat video tunangan kami akan tahu bahwa tamu laki-laki dan perempuan terpisah. Nah maka dari itu mereka akan sangat posesif terhadap sesuatu yang dimilikinya atau istrinya. Misalnya dulu suami lucu banget sampe temen FB dibatasi dan semua diprivat gak boleh upload foto sembarangan. Tapi alhamdulillah lambat laun enggak gitu. wkwkwkwk. Sampe sekarang aku nggak punya temen laki-laki disini paling temen suami yang sering datang buat main PS dan itupun nggak boleh ngobrol topik tertentu dan sara. Pernah sesekali aku nanya sama temen suami tentang ladyboy di Turki ada apa enggak karena pas lagi muncul di TV. Waktu itu suami lagi ke toilet setelah dia denger aku langsung dipanggil dan marah besar dia. Jadi harus hati-hati memilih bahan obrolan. Selain itu orang sini enggak akan tersenyum sama sembarangan orang apalagi orang yang enggak kita kenal. Enggak kaya budaya kita yang murah senyum sama siapa saja. Jadi kalo ke Turki jangan pernah senyum sama cowok bisa dikira kamu ini ganjen atau cewek nggak baik. Kenapa mereka pencemburu karena pergaulan mereka yang sejak kecil ini bener terbatas sama lawan jenis makanya kalo misalnya kamu jalan ramean ama cowok pasti cowok kamu akan cemburu habis meski yang jalan sama kamu adalah teman dekat atau sepupu kamu.

4. Ekspresif dan to the point

Kebanyakan cowok Turki ekspresif dan to the point, beda sama kebanyakan cowok Indonesia yang pemalu. Jadi kalo misalnya mereka suka sama sesuatu mereka akan mengatakannya. Misalnya kalo dia suka sama kamu dia akan mengatakannya langsung tanpa basa-basi. Nah tapi jangan langsung percaya juga. Harus keep alert pokoknya. Kalo yang udah pernah baca how I met my husband disana aku menuliskan bahwa pas pertama ketemu suami ekspresif banget langsung bilang kalo dia suka sama kepribadianku. Tapi banyak juga yang pemalu ;).

5. Apakah kalau menikah dengan pria Turki pergaulan kita dibatasi bahkan tidak boleh berteman lagi dengan teman kita yang lama khususnya laki-laki?

Untuk masalah pergaulan aku udah jelaskan di atas. Alhamdulillah banget suami tidak termasuk orang yang berpikiran sempit begitu. Pergaulanku dengan lawan jenis memang ada batasnya tapi bukan berarti aku tidak punya teman laki-laki. Sejak sebelum menikah temanku adalah teman suami dan teman suami alalah temanku juga tidak peduli jenis kelaminnya. Dan dulu aku mungkin akan berpikir ulang sebelum nikah kalau dia memintaku untuk tidak berteman lagi dengan temanku. Setelah nikah aku dan dia secara otomatis jadi bertambah temannya. Adakah yang bener-bener begitu (nggak ngebolehin kita berteman lagi sama teman kita)? Hmm mungkin ada kali ya.

6. Apakah kalau menikah dengan pria Turki nggak boleh kerja dan pergi kemana-mana sendiri?

Aku pernah membaca salah satu penulis kompasiana menuliskan pertimbangkan hal ini untuk menikah dengan pria Turki yaitu perempuan dilarang bepergian sendiri dan tidak diperbolehkan bekerja. Well, that’s not true Mbak. Memang banyak yang begitu tapi banyak juga yang enggak. Kenapa begitu karena kebanyakan mereka posesif takut kalau misalnya pergi sendiri kenapa-napa. Banyak juga yang tidak membolehkan istrinya bekerja karena disini tidak umum memperkerjakan PRT jadi bisa dibayangkan kalo kamu kerja jadi pekerjaanmu luar biasa banyak selain ngerjain kerjaan rumah kamu juga harus kerja di kantor bangun pagi pulang malam dan waktu untuk suami otomatis akan berkurang makanya banyak yang tidak mengizinkan apalagi kalo udah punya anak. Namun banyak juga yang mengizinkan istrinya untuk bekerja dan aku udah bahas tentang kehidupan sehari-hari mereka di tulisan sebelumnya. Suamiku termasuk yang moderat dia mengizinkan aku bekerja dan kemana-mana sendiri. Sebenarnya perjanjian awal pas sebelum nikah aku boleh kerja setelah setahun menikah yaitu setelah aku fasih Bahasa Turki dan mempelajari semua budayanya mulai dari makanan dsb. Kenyataannya setelah sampe disini baru dua bulan aku udah bosen nggak ada kerjaan lain selain pekerjaan rumah tangga dan alhamdulillah suami negbolehin aku kerja. Aku udah sering dan biasa kemana-mana sendiri termasuk di negara yang paling ekstrim untuk bepergian sendiri yaitu Arab dan alhamdulillah aman. Alhamdulillah banget suami termasuk orang yang open minded jadi aku udah sering pergi ke pasar sendiri, ke rumah temen sendiri bahkan keluar kota sendiri seperti İstanbul yang sangat jauh dari sini. Jadi minggu kemarin aku habis nemenin teman-temanku yang datang dari Indonesia ke ıstanbul dan Bursa selama 4 hari.

Kesimpulannya karakter mereka lebih mirip ke budaya Timur Tengah dibandingkan budaya barat yang sangat fleksibel dan santai. Kalo kata Bunda Tatty, beliau merupakan founder organisasi Forum Indoneisa Muda (FIM) ”tampangnya Eropa tapi jeroannya Arab”

6. Ciri kalau dia serius sama kamu?

Di Instagram aku sering banget dapet curhatan atau pertanyaan tentang cowok Turki. ”gimana si kak kalo dia itu bener-bener serius dan nggak main-main?”. Nampaknya fenomena untuk menikah dengan bule semakin rame bahkan ada yang ngasih tahu aku ada salah satu Youtuber yang bikin vlog ”bagaimana cara mendapatkan cowok bule dalam sehari”. hmm Tak sedikit juga yang menanyakan ”kak kenal sama suami di applikasi apa?”

Aku tidak menyalahkan mereka karena itu hak mereka mau main aplikasi apa. Namun aku hanya berpesan untuk berhati-hati karena enggak semua bule itu baik dan tak sedikit yang mempunyai niat buruk. Orang baik dan buruk ada dimana-mana jadi harus hati-hati dan jangan mudah tertipu dengan tampang ganteng dan kata-kata manis mereka. Jika memang dia lelaki baik dan serius akan menikahimu dia akan datang ke rumah orang tuamu untuk melamarmu dan menikahimu. Jadi kalo misalnya dia bilang mau nikahin kamu tapi belum dateng-dateng juga patut dipertanyakan. Jika memang dia lelaki baik-baik dia tidak akan membiarkanmu menunggu lama karena beberapa teman yang cerita ke aku kalo mereka baru kenal dua bulan lalu si cowok ni dateng ke Indonesia dan nikahin si cewek tersebut. Sebagai cewek kita juga perlu waspada dengan modus penipuan. Jadi dulu pas suami bilang aku mau nikahin kamu aku nggak percaya meski dia udah ketemu orang tuaku dan meminta restunya langsung. Aku ingat pesan teman-temanku ”Ka, hati-hati lo kalo dia mau nipu lo gimana”. Jadi kamu harus buktikan semua perkatannya itu benar dan setelah itu aku baru percaya. Takes time and time will reveal everything tentunya dengan ikhtiar doa.

7. Bagaimana dengan perempuan Indonesia dimata mereka?

Mengenai hal ini akan aku bahas pada tulisan selanjutnya

Posted in Budaya Turki, pernikahan, turki | Tagged , , , , , , , , , , , | 11 Comments